Sean Optimistis Timnya Akan Lebih Bagus Di Catalunya

Berita

Written by:

F2.SeanGP.com – Balapan Formula 2 di Baku City Azerbaijan memberi perasaan campur aduk untuk Tim Pertamina Prema Theodore Racing. Di satu sisl mereka mendapatkan hasil yang kurang memuaskan, namun di sisi lain mereka juga mendapatkan podium pertamanya musim ini.

Jalannya balapan di Baku City berlangsung penuh drama. Beberapa insiden mewarnai persaingan tim yang bertarung dengan ketat. Pada balapan Feature, Tim Pertamina Prema Theodore Racing mendapat satu poin dari pebalap Indonesia Sean Gelael yang finis ke-10. Kekecewaan dialami rekannya Nyck De Vries yang gagal melanjutkan balapan karena masalah teknis pada mobilnya.

Sementara pada balapan Sprint di hari Minggu, drama balapan juga tak kalah seru dimana lima pebalap mengalami stall saat start da nada beberapa pebalap yang mengalami insiden. Sean Gelael kali ini kurang beruntung. Mobilnya melintir dan menabrak pembatas lintasan menjelang tikungan saat berupaya menyusul pebalap di depannya.

Di sisi lain, Nyck De Vries mendapatkan balapan yang ideal. Pebalap asal Belanda ini melaju cepat dan mulus, menghindari kekacauan akibat banyak pebalap yang lambat saat start. Dia pun finis di posisi tiga dengan aksi menyusul yang bersih. Lalu, penalti yang menimpa pebalap Carlin Sergio Sette Camara menaikkan posisinya ke P2, menambah perolehan poin hari ini.

Ini merupakan podium pertama untuk De Vries dan tim Pertamina Prema Theodore Racing. “Jujur saja, saya merasa lega. Saya merasa kami selalu punya potensi untuk selalu ada di depan. Sayangnya, sekadar potensi itu saja tak berarti apa-apa bila tak berbuah hasil bagus di atas trek. Kami benar-benar butuh hasil bagus dan saya tak ragu akan hal itu. Kami hanya belum memetik hasilnya,” kata De Vries.

Ditambahkan, rasanya bahagia ketika akhirnya mereka mendapatkan hasil bagus dengan sebuah podium yang sangat layak didapatkan sebelum ini. “Pada akhirnya, apa yang harus terjadi suatu hari, pasti terjadi. Dan saya berharap kami memulai perburuan gelar juara sejak sekarang, berbekal hasil ini.” Ujar De Vries.

Sean tak mampu menutupi kekecewaan dari balapan Sprint. Namun, dia cukup optimistis bisa segara bangkit. “Saya mesti menghindari mobil yang mati saat start dan dampaknya adalah kehilangan banyak posisi pada tiga lap awal. Seterusnya saya merasa kecepatan mobil kami bagus dan itu positif. Sayangnya saya melakukan kesalahan yang mengakhiri balapan saya. Kami pasti akan tampil lebih kuat di Barcelona nanti,” ungkapnya.

Balapan selanjutnya akan berlangsung di sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol pada tanggal 12-13 Mei mendatang. (arl/wto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: